<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kepheta's Blog</title>
	<atom:link href="http://kepheta.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kepheta.wordpress.com</link>
	<description>Semuanya yang ku tampilkan adalah benar!?</description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Nov 2008 20:05:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kepheta.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kepheta's Blog</title>
		<link>http://kepheta.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kepheta.wordpress.com/osd.xml" title="Kepheta&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kepheta.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Google Chrome Beta</title>
		<link>http://kepheta.wordpress.com/2008/11/07/google-chrome-beta/</link>
		<comments>http://kepheta.wordpress.com/2008/11/07/google-chrome-beta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 20:02:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kepheta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Software]]></category>
		<category><![CDATA[web development]]></category>
		<category><![CDATA[Browser]]></category>
		<category><![CDATA[HTML]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kepheta.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Google Chrome Beta salah satu program browser-browser seperti halnya Mozilla, opera, dan IE (dari microsoft). Pertama kali saya melihat berita ini tentang ini saya tertarik untuk mencoba. Dilihat sepintas Google Chrome ini sama seperti browser-browser lainnya, tapi setelah mencobanya saya merasa nyaman akan tampilan yang ditawarkan di google chrome. area yang luas tidak terlalu banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepheta.wordpress.com&amp;blog=5348685&amp;post=34&amp;subd=kepheta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Google Chrome Beta salah satu program browser-browser seperti halnya Mozilla, opera, dan IE (dari microsoft). Pertama kali saya melihat berita ini tentang ini saya tertarik untuk mencoba. Dilihat sepintas Google Chrome ini sama seperti browser-browser lainnya, tapi setelah mencobanya saya merasa nyaman akan tampilan yang ditawarkan di google chrome. area yang luas tidak terlalu banyak toolbar.  Selain kenyamanan yang digunakan Google Chrome ini juga lebih cepat dari browser-browser lain, managemen memory yang lebih efisien. Masing-masing tab dipisahkan ke dalam proses sendiri sehinga jika salah satu tab mengalami crash maka tab yang lain masih terbuka. Selain itu masih banyak lagi rahasia-rahasia Google Chrome (silahkan anda sendiri  download ebooknya di <a href="http://www.pusatgratis.com">http://www.pusatgratis.com</a>).  Google Chrome dibuat dengan bahasa C++ dan Assembly, kodenya dirakit dari 26 perpustakaan kode dari google dan lainnya dari pihak ketiga, salah satunya Netscape. Google Chrome merupakan Open Source dan berada dibawah lisensi BSD. Mesin utama dalam Google Chrome adalah HTML render ringan yang bernama WebKit, itulah yang bertugas untuk memproses kode html membentuk halaman WEB . WebKit dikembangkan oleh Apple dan merupakan bagian dari proyek open source KDE. Browser Safari juga menggunakan WebKit sebagai mesinnya.Sedangkan untuk mesin JavaScript, Chrome menggunakan V8. V8 dikembangkan oleh sekelompok peneliti dari Denmark. Dengan V8, Chrome diklaim mampu memproses javascript lebih cepat dari browser lainnya Di awal peluncurannya, Chrome sudah mendukung sekitar 43 bahasa. Kabar baiknya, bahasa Indonesia termasuk dari 43 bahasa beruntung itu. Padahal, sedikit aplikasi yang menyertakan bahasa sebanyak itu diawal peluncurannya.  Silahkan Mencoba.  Untuk Download: <a href="http://www.google.com/chrome/index.html?hl=id&amp;amp;brand=CHMG&amp;amp;utm_source=id-hpp&amp;amp;utm_medium=hpp&amp;amp;utm_campaign=id">GoogleChrome</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kepheta.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kepheta.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kepheta.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kepheta.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kepheta.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kepheta.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kepheta.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kepheta.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kepheta.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kepheta.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kepheta.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kepheta.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kepheta.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kepheta.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepheta.wordpress.com&amp;blog=5348685&amp;post=34&amp;subd=kepheta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kepheta.wordpress.com/2008/11/07/google-chrome-beta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e21d0c87378053e3661613e3dc673212?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kepheta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Anggap Enteng Desain Web</title>
		<link>http://kepheta.wordpress.com/2008/10/31/jangan-anggap-enteng-desain-web/</link>
		<comments>http://kepheta.wordpress.com/2008/10/31/jangan-anggap-enteng-desain-web/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 11:14:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kepheta</dc:creator>
				<category><![CDATA[web development]]></category>
		<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[HTML]]></category>
		<category><![CDATA[web]]></category>
		<category><![CDATA[web design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kepheta.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Membaca milis-masterweb akhir-akhir ini yang ramai mengenai cakupan kerja Desainer Web yang “kemana-mana”, saya jadi teringat perkataan seorang programmer, kebetulan dia lebih senior di tempat kerja saya sekitar 3 tahun yang lalu; “Ah&#8230; Desain Web mah gampang, 2-3 jam juga beres”. Perkataan rekan kerja saya itu memang terdengar sangat menyepelekan, andai saja dia pernah merasakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepheta.wordpress.com&amp;blog=5348685&amp;post=20&amp;subd=kepheta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Membaca milis-masterweb akhir-akhir ini yang ramai mengenai cakupan kerja Desainer Web yang “kemana-mana”, saya jadi teringat perkataan seorang programmer, kebetulan dia lebih senior di tempat kerja saya sekitar 3 tahun yang lalu; “Ah&#8230; Desain Web mah gampang, 2-3 jam juga beres”.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Perkataan rekan kerja saya itu memang terdengar sangat menyepelekan, andai saja dia pernah merasakan bagaimana sulitnya memilih warna, mengatur space, memilih font, mengkombinasi grafis sampai mengkoding HTML dan CSS. Tidak hanya itu, sang klien esoknya sudah menunggu desain yang telah dibuat dengan segala kriteria-kriteria yang dimiliki, alhasil, kita harus menyesuikan kembali dengan keinginan klien.</p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-20"></span></p>
<p class="MsoNormal">Percayalah, membuat desain yang baik itu tidak semudah yang dibayangkan. Setiap hari kita berpikir bagaimana untuk membuat desain yang terlihat baik dan lain dari pada yang lain. Tentunya kita tidak ingin situs yang dibuat tampil biasa-biasa saja karena akan berpengaruh kepada citra kita sebagai desainer dan kepuasan klien.</p>
<p class="MsoNormal">Desain memang mudah, bila tanpa melalui proses berpikir dan kreatifitas. Tinggal mencontoh, meniru, atau bahkan membajak, maka bereslah desain dalam waktu yang singkat. Namun tentunya, kita bukan tipe orang-orang seperti diatas, kepuasan terhadap hasil karya yang kita buat berasal dari jerih payah dan kerja keras kita untuk menciptakan sebuah karya.</p>
<p class="MsoNormal">Sekali lagi, jangan menganggap mendesain Web adalah pekerjaan sepele. Seni memang tidak dapat diukur secara kuantitatif, nilai-nilai yang ia miliki akan berubah tergantung dari sisi mana ia dilihat. Namun dalam Web, sebuah hasil karya memiliki ukuran-ukuran baku yang berlaku untuk umum yaitu waktu downloading dan aksesibilitas.</p>
<p class="MsoNormal"><strong> Alur Struktur Pembangunan Sketsa Digital Desain Web</strong></p>
<p class="MsoNormal">Dalam membuat perencanaan, seseorang biasanya melalui tahapan-tahapan tertentu. Tahapan tersebut dimaksudkan untuk mempermudah dan memfokuskan segala ide yang ada agar lebih teratur. Setiap desainer Web memang memiliki kebebasan bagaimana ia akan membangun sebuah halaman Web, toh sebenarnya, yang diinginkan oleh klien adalah hasil akhir, mereka tidak peduli sama sekali akan proses pembuatan situs Web tersebut.</p>
<p class="MsoNormal">Sebelum kita berlanjut, ada baiknya Anda membaca-baca kembali artikel saya yang lalu mengenai teknik sketsa pembangunan desain Web. Alur struktur ini biasa saya terapkan ketika memasuki sketsa digital, mengapa? Karena dalam sketsa digital kita dapat menetapkan secara detil mulai dari presisi warna, tipografi, bentuk, dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal">Sadar atau tidak, diketahui atau tidak, kebanyakan desainer Web secara Alami melalui tahapan ini ketika membangun desain Web, saya pun demikian. Namun karena ketidak-tahuan tersebut, kita tidak terpaku pada alur, terkadang sering juga melompat-lompat. Tahap-tahap tersebut adalah:</p>
<p class="MsoNormal">1. Heading dengan Logo dan Titel.</p>
<p class="MsoNormal">Hal pertama yang Anda bangun adalah Heading dengan Logo dan Titel. Secara umum bagian header akan sangat menentukan “Look and Feel” dari sebuah situs Web. Terlebih bila logo sudah ditetapkan sebelumnya (sudah ada) tentunya Anda tak ingin tampilan kacau gara-gara logo tidak sesuai dengan desain bukan? Ok, kita ambil kasus desain Web sebuah organisasi exportir-importir yang baru-baru ini saya kerjakan. Organisasi tersebut memiliki logo yang sangat sederhana, perhatikan header yang telah saya bangun, hasil realisasi dari sketsa dalam kertas:</p>
<p class="MsoNormal">Awalnya logo tersebut bukan berwarna putih, tapi warna merah marun, namun setelah melakukan lobi (untuk menyesuaikan) pihak klien tidak keberatan bila warna logo diubah menjadi warna putih, asalkan ada unsur merahnya dalam desain Tersebut.</p>
<p class="MsoNormal">Dalam mendesain bagian tersebut, berkonsentrasi penuh merupakan kunci utama, tetapkan tata-letak, dan tipografi yang sesuai menurut rencana. Hasil diatas memang terlihat sepele, tapi itulah hasil berpikir selama 20-30 menit termenung di depan layar monitor.</p>
<p class="MsoNormal">2.Tataletak Dasar Halaman</p>
<p class="MsoNormal">Kemudian kita berlanjut kepada tataletak dasar dari situs Web tersebut. Tataletak ini lah saatnya kita mengembangkan daya khayal, pikiran, dan kreasi mengenai apa yang telah kita tetapkan dalam sketsa kertas, yang sebagian telah kita tuangkan dalam header. Pada bagian ini, kita mulai menentukan kolom-kolom yang akan kita pergunakan. Anda dapat mempergunakan garis guides untuk membantu menandai area satu dengan yang lainnya. Perhatikan perkembangan desain diatas:</p>
<p class="MsoNormal">3.Navigasi</p>
<p class="MsoNormal">Navigasi adalah hal yang harus dipikirkan kemudian setelah tataletak di tentukan. Dala menentukan navigasi ini, Anda harus berpikir ekstra, karena navigasi yang baik tidak hanya eye-catching dan mudah dikenali, tapi juga harus mudah dibaca dan diakses.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal">4.Grafis</p>
<p class="MsoNormal">Setelah bingung berpikir menentukan heading, dan navigasi, saatnya kita melangkah kepada hal yang lebih menuntut kreatifitas dan daya khayal kita. Grafis disini adalah pengolahan dari foto yang sudah ada agar sesuai dengan tataletak yang sudah dibuat sebelumnya. Dalammembuat situs profil, grafis ini merupakan bagian yang paling eye-catching, jadi kerahkan ide yang ada agar dapat mendongkrak tampilan secara keseluruhan.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal">5.Konten, Heading dan Form</p>
<p class="MsoNormal">Pada tahap ini, biasanya saya memerlukan waktu lebih lama untuk mendesain, terkadang sampai satu hari penuh, 2 hari atau 3 hari. Masukan konten-konten yang akan mengisi halaman Web, tentukan juga dimana harus meletakan form. Pertimbangan dan feeling Anda akan estetika, tipografi, dan whitespace s angat diperlukan disini. Bagian ini, memang seringkali dianggap sepele dan mudah. Percayalah, pada bagian ini, nama perusahaan (atau Anda, desainer) dipertaruhkan. Sesuaikan tampilan footer dengan layout yang telah kita buat untuk konten.</p>
<p class="MsoNormal">6. Footer dan Copyright</p>
<p class="MsoNormal">Bagian ini, memang seringkali dianggap sepele dan mudah. Percayalah, pada bagian ini, nama perusahaan (atau Anda, desainer) dipertaruhkan. Sesuaikan tampilan footer dengan layout yang telah kita buat untuk konten.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kepheta.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kepheta.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kepheta.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kepheta.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kepheta.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kepheta.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kepheta.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kepheta.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kepheta.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kepheta.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kepheta.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kepheta.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kepheta.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kepheta.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepheta.wordpress.com&amp;blog=5348685&amp;post=20&amp;subd=kepheta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kepheta.wordpress.com/2008/10/31/jangan-anggap-enteng-desain-web/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e21d0c87378053e3661613e3dc673212?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kepheta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Persiapan sebelum membuat website atau menyewa jasa web designer atau web developer studio.</title>
		<link>http://kepheta.wordpress.com/2008/10/31/persiapan-sebelum-membuat-website-atau-menyewa-jasa-web-designer-atau-web-developer-studio/</link>
		<comments>http://kepheta.wordpress.com/2008/10/31/persiapan-sebelum-membuat-website-atau-menyewa-jasa-web-designer-atau-web-developer-studio/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 11:10:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kepheta</dc:creator>
				<category><![CDATA[web development]]></category>
		<category><![CDATA[CSS]]></category>
		<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[HTML]]></category>
		<category><![CDATA[template]]></category>
		<category><![CDATA[web]]></category>
		<category><![CDATA[web design]]></category>
		<category><![CDATA[xml]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kepheta.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Ketika anda mendapatkan seorang web desainer yang memiliki skill yang mampu merubah sebuah lembar solid menjadi sebuah visual desain yang powerful, desain yang mengejutkan, ampuh, dan mampu menyampaikan informasi kepada customer anda semua hal tersebut bisa terjadi jika anda sebagai institusi, perusahaan (personal/lembaga) memberikan petunjuk, panduan, informasi pendukung tentang detail profile, brand personality dan cara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepheta.wordpress.com&amp;blog=5348685&amp;post=17&amp;subd=kepheta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;">Ketika anda mendapatkan seorang web desainer yang memiliki skill yang mampu merubah sebuah lembar solid menjadi sebuah visual desain yang powerful, desain yang mengejutkan, ampuh, dan mampu menyampaikan informasi kepada customer anda semua hal tersebut bisa terjadi jika anda sebagai institusi, perusahaan (personal/lembaga) memberikan petunjuk, panduan, informasi pendukung tentang detail profile, brand personality dan cara unik penyampaian pesan. Timeline sebuah project desain website / proses development sangat dipengaruhi oleh kesiapan dari anda sebagai client dari seorang web desainer atau studio desain website.<span id="more-17"></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;">Berikut beberapa hal yang anda dapat persiapkan sebelum anda mulai mencari seorang/studio web desain :</span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;">1. Visual Language Guidelines.</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;">Sebuah dokumen yang berisi informasi profile perusahaan secara visual. Dokumen ini bisa saja diabaikan bila ada sesi diskusi antara anda dan desainer anda yang secara aktif mengumpulkan informasi-informasi berikut&#8230;</span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;">1.a. Nama/Brand</span></strong><span style="font-size:10pt;"><br />
Jelaskan secara singkat filosofi atau arti kenapa anda memilih nama/brand tersebut, atau anda dapat menjelaskan sedikit sejarah tentang bagaimana awal berdirinya perusahaan anda.<br />
<strong>1.b. Logo</strong><br />
Jelaskan arti dari logo perusahaan anda, pemilihan bentuk atau font character yang mewakili identitas perusahaan anda. Sebaiknya sertakan juga logo dalam bentuk file vektor sehingga ketika dalam proses desain Logo dapat diolah disesuaikan dengan ukuran penggunaannya sebagai komponen pendukung desain.<br />
<strong>1.c. Warna</strong><br />
Informasi penggunaan warna, informasikan warna dalam bentuk RGB (R:255 G:255 B:255) atau Hexadecimal (#FFFFFF). Warna meliputi warna logo, text, background atau warna theme dominan.<br />
<strong>1.d. Typografi</strong><br />
Penjelasan tentang penggunaan jenis font baik sebagai komponen dari logo atau penggunaannya dalam tag/quote/slogan.<br />
<strong>1.e. Photography</strong><br />
Bila identitas juga mengandung Photo sebagai bentuk visual sertakan file photo dengan resolusi tinggi minimal berukuran 1024 X 768.<br />
<strong>1.f. Informasi tambahan (bila perlu/ada)</strong><br />
Informasi proposional, ukuran &amp; penempatan, marque dll.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;">Kalau anda belum memilikinya, berencanalah secara serius untuk membuatnya, karena profesionalisme perusahaan anda akan terbentuk sejalan dengan kelengkapannya. Gunakan jasa graphic designer yang mengerti betul dengan hal-hal diatas, atau anda uraikan kebutuhan anda kepada graphic designer anda.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;">2. Struktur Content/Materi Website</span></strong><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Dukumen ini nantinya akan diterjemahkan oleh web developer anda sebagai sitemap yang nantinya akan mendukung mereka dalam menyusun wireframe/blueprint atau kerangka dari website yang menunjukan bagaimana susunan navigasi, fungsi dan elemen materi yang akan ditampilkan di dalam website nantinya. Contoh :</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;">Homepage<br />
- welcome text<br />
- new product listing<br />
- login form<br />
- newsletter form<br />
- Category listing<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">About Us<br />
- History<br />
- Philosophi<br />
- Staff<br />
- Location<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;">Products<br />
- Category<br />
&#8211; Chair<br />
&#8211; Table<br />
&#8211; Bed<br />
&#8211; Sofa<br />
&#8211; Kithen Set<br />
- Supplyer<br />
- Brands<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;">Term &amp; Conditions<br />
- Order<br />
- Payment<br />
- Product Return<br />
- Reseler Info<br />
- FAQ<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;">Testimonial<br />
- Company<br />
- Personal<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;">Register<br />
- Form<br />
&#8211; Succed Registration<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;">Contact<br />
- Addreses<br />
- Contact Form</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;">Struktur diatas bisa anda buat dalam bentuk dokumen spread sheet (ms excel), file dukumen yang terstruktur seperti sebuah daftar isi sebuah buku. Mintalah feedback/masukan dari web site designer/developer anda untuk komposisi struktur yang ideal.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;">3. Content/Materi</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;">Content/materi adalah hal yang paling crucial. Berdasarkan pengalaman kebanyakan seorang calon client sangat menggebu-gebu ketika menceritakan keinginannya untuk membuat website, tapi ketika saatnya developer/designer menanyakan tentang materi/contentnya sudah ada dan siap sesuai dengan rencana struktur website calon client akan lemas dan mulai berpikir &#8220;Oh ya, belum ada&#8221; atau dengan seenaknya berkata &#8220;Yah cari-cari aja di Internet perusahaan sejenis edit-edit sedikit kata-katanya&#8221;. <strong>SALAH BESAR™! </strong></span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;">3.a. Designer bukanlah Copyriter,</span></strong><span style="font-size:10pt;"> tidak ada yang lebih tahu perusahaan anda selain anda sendiri, bagaimana mungkin anda menyerahkan tanggung jawab tersebut kepada orang yang tidak memiliki kemampuan maksimal di bidang copyriter. Gunakanlah jasa copyriter atau anda susun sendiri profile perusahaan anda sehingga tidak ada kekukarngan atau salah penyampaian informasi. Mulailah dengan berpikir bahwa anda jauh lebih baik dari kompetitor anda.<br />
<strong>3.b. Copy paste content materi adalah ilegal</strong> dan tidak search engine friendly.<br />
Selain ilegal melakukan copy-paste content/materi juga kesalahan besar ketika berurusan dengan search engine. Search engine dengan mudah mengenali sebuah kalimat yang sama persis dalam sebuah artikel atau tulisan maka dengan sendirinya search engine akan menurunkan peringkat website pengcopy dalam pencarian.<br />
<strong>3.c. Serahkan gambar/photo original yang hak cipta/guna anda miliki</strong> untuk menghindari masalah dikemudian hari atau gunakan photo/images yang anda dapatkan di internet hanya sebagai inspirasi untuk sebuah artwork yang baru. </span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;">4. Satu orang contact person sebagai pemegang keputusan atas proses pembuatan website.</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;">Tunjuk satu orang atau tetapkan bahwa anda sendirilah yang menjadi contact person dalam melakukan proses colaburasi dalam pembuatan website dengan web designer/studio nantinya utnuk menghindari kerancuan dalam menentukan keputusan. Katakanlah dalam perusahaan pemegang keputusan adalah forum/board hal ini tidak menjadi masalah, misalkan saat memutuskan memilih moke-up design yang di ajukan oleh designer anda dapat mendiskusikannya di forum, mencatat semua masukan dan memutuskan hanya satu kesepakatan kepada designer. Jadi tidak ada second opinion dari anggota forum/board yang langsung menghubungi designer, membingungkan. </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kepheta.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kepheta.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kepheta.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kepheta.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kepheta.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kepheta.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kepheta.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kepheta.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kepheta.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kepheta.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kepheta.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kepheta.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kepheta.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kepheta.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepheta.wordpress.com&amp;blog=5348685&amp;post=17&amp;subd=kepheta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kepheta.wordpress.com/2008/10/31/persiapan-sebelum-membuat-website-atau-menyewa-jasa-web-designer-atau-web-developer-studio/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e21d0c87378053e3661613e3dc673212?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kepheta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Mendesain Sebuah Logo</title>
		<link>http://kepheta.wordpress.com/2008/10/31/tips-mendesain-sebuah-logo/</link>
		<comments>http://kepheta.wordpress.com/2008/10/31/tips-mendesain-sebuah-logo/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 11:06:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kepheta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[web development]]></category>
		<category><![CDATA[logo design]]></category>
		<category><![CDATA[warna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kepheta.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Sering kita lihat, baik pada billboard-billboard yang dipajang di jalan raya, ataupun cop surat , atau juga kartu nama, mungkin juga buku, dan masih banyak lagi, sebuah gambar atau symbol yang di kenal dengan istilah “logo” . Mungkin bagi khalayak awam logo tak jauh beda dengan bentuk atau gambar yang berwarna-warni yang menjadi icon sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepheta.wordpress.com&amp;blog=5348685&amp;post=14&amp;subd=kepheta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;">Sering kita lihat, baik pada billboard-billboard yang dipajang di jalan raya, ataupun cop surat , atau juga kartu nama, mungkin juga buku, dan masih banyak lagi, sebuah gambar atau symbol yang di kenal dengan istilah “logo” . Mungkin bagi khalayak awam logo tak jauh beda dengan bentuk atau gambar yang berwarna-warni yang menjadi icon sebuah corporate, bentuk usaha, ataupun sebuah produk. Sebenarnya dibalik logo ada banyak unsur yang menyusunnya menjadi sebuah bentuk yang bisa dilihat dan bisa dinikmati seperti itu. Logo merupakan icon yang mewakili sesuatu, yang mampu menjelaskan secara singkat ke khalayak ( <em>penikmat </em>) serta mampu menanamkan brand image ke dalam memory otak dengan mudah ( <em>mar-king </em>).<span id="more-14"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;">Di dalam Logo sendiri ada misi yang diemban untuk sampai ke khalayak, meliputi :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;"><br />
1. Mark-Ing<br />
Sebuah desain logo bisa menjadi mark-ing (mudah diingat), jika ada sebuah bentuk yang diinterpretasikan. Dan untuk melakukan interpretasi ini biasanya seorang desainer menggunakan ?teori analog? untuk mewakili bentuk yang dimaksud. Bentuk yang dimaksud biasanya diambil dari nama sesuatu objek (corporate atau produk) yang dibuat logonya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;">Semisal logo corporate ?Redshoe?, maka istilah shoe di sini yang dijadikan sebagai aksentuasi (titik focus)<br />
diwakilkan dengan bentuk sepatu wanita. Dan dominasi logo bisa menggunakan symbol ini. </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:normal;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;">2. Eye-Catching<br />
Sebuah desain logo akan memiliki nilai lebih jika memiliki unsur eye-catching. Dari sekian banyak gambar yang dipajang, baik di outlet, toko buku, atau tumpukan kartu nama, apakah logo tersebut mampu menarik perhatian lebih dominan dibanding gambar atau bentuk yang lain?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Untuk mampu membuat sebuah desain logo yang eye-catching memang tidak mudah. Ada beberapa hal yang musti dipertimbangkan. Mulai target pasar, karakteristik audience yang dituju, atau media yang akan dipakai, dan sebagainya. Tetapi hal ini bisa dipelajari, dan membutuhkan jam terbang yang tinggi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;">Salah satu dari unsur di atas yang membuat sebuah desain memiliki eye-catching adalah konsep bentuk yang unik. Selain bentuk yang mark-ing bentuk yang unik juga menjadi salah satu syarat sebuah desain logo mampu menyita perhatian audience. Ada banyak symbol yang bisa dipakai untuk menginterpretasikan sebuah objek, tetapi dari beberapa pilihan alternatif sebenarnya ada salah satu atau salah dua yang lebih eye-catching. Dari bentuk dasar sebuah desain logo sebenarnya bisa ditambahkan cosmetic ( <em>meminjam istilah fashion </em>) atau ornamen pendukung, berupa bentuk yang sifatnya sebagai pemanis. Selain itu karena sifatnya cosmetic di sini hanya sebagai pemanis, maka kekuatannya tidak begitu dominan. Bentuk yang dipilih sebagai cosmetic bisa berupa bentuk bulat, persegi, kotak, segitiga, atau sekedar garis lengkung. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;">Semisal logo corporate ?Redshoe? di atas, dari bentuk dasar sebuah objek image ?sepatu? kita bisa mengolah bentuk dasar tersebut menjadi beberapa pilihan, disesuaikan bagian mana yang ingin di tonjolkan. Atau dengan menambahkan ornament bentuk sebagai cosmeticnya. </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;">3. Trend</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Perkembangan logo sedikit banyaknya dipengaruhi oleh trend, seperti layaknya trend di dalam dunia fashion. Trend di sini mewakili apresiasi dinamika dari bentuk logo itu sendiri. Seperti kita ketahui di awal tahun 2000, trend untuk logo yang berkembang adalah bentuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">digital, dimana bentuknya disini lebih banyak diwakili oleh garis dan dot (titik). Hal ini mengacu pada era IT yang berkembang pesat di awal tahun tersebut. Dimana banyak bentuk-bentuk yang mewakili dunia IT menjadi trade mark logo-logo yang lahir pada masa itu. Mulai dari bentuk font sampai konsep efek matrix berpengaruh besar pada proses kelahiran logo-logo.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Trend sebenarnya identik dengan wabah influenza yang menyebar tanpa bisa diketahui asal muasalnya. Saling mempengaruhi dan memiliki masa incubasi. Kadang sifatnya ?circular? atau berulang, dimana konsep lama kembali menjadi trend baru. Banyak faktor yang menyebabkan adanya trend ini, yang semuanya berasal dari external. Bisa karena gejala yang terjadi di sekitar kita, seperti fashion, TV, system, politik, dsb.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;">Di era tahun 70-an, desain lebih banyak menggunakan bentuk detail untuk menginterpretasikan suatu objek. Desain logo yang ada banyak menggunakan ilustrasi yang sifatnya detil (mendekati aslinya). Mungkin tepatnya aliran naturalis, begitu mempengaruhi konsep desain logo-logo yang lahir pada masa itu. Kemudian pada era tahun 90-an, konsep desain logo berubah ke arah yang lebih simple. Bentuk objek yang detil tidak lagi digunakan untuk menginterpretasikan sebuah logo. Desain yang ada lebih<br />
cenderung minimalis. Dan pada era tahun 2000 perkembangan berubah lebih kompleks lagi selain bentuk juga coloring (tata warna) menjadi sangat minimalis di sini. Warna?warna yang dipakai dalam logo-logo yang lahir di era ini cenderung menggunakan warna-warna<br />
?solid color? dan berkesan minimalis, selain bentuk garis dan dot. Mungkin istilah yang lebih pas untuk ini adalah ?era-Clipart?.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:normal;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:normal;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;font-family:arial,verdana;">Logo dengan konsep bentuk detil Logo dengan konsep bentuk simple </span></em></p>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Arial, verdana;">Dalam menyikapi trend, ada hal yang bisa dipakai sebagai acuan dalam merancang sebuah desain, apakah sebagai ?pengikut trend? ataukah sebagai ?pencipta trend?, atau malah kita tetap solid pada atmosphere khas desain kita. Semua terserah para desainer memposisikan desainnya. Yang pasti trend adalah salah satu bentuk apresiasi dinamika sebuah perkembangan. Selama kita melihatnya sebagai hal yang positif maka kita akan memiliki nilai tambah wawasan dan ide yang lebih luas. Begitu juga sebaliknya, jika kita<br />
melihatnya sebagai penghambat maka kita tidak akan bisa menerima kekurangan desain kita secara lebih proposional.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kepheta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kepheta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kepheta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kepheta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kepheta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kepheta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kepheta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kepheta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kepheta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kepheta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kepheta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kepheta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kepheta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kepheta.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepheta.wordpress.com&amp;blog=5348685&amp;post=14&amp;subd=kepheta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kepheta.wordpress.com/2008/10/31/tips-mendesain-sebuah-logo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e21d0c87378053e3661613e3dc673212?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kepheta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Arti Garis, Warna &amp; Bentuk Pada Sebuah Logo</title>
		<link>http://kepheta.wordpress.com/2008/10/31/arti-garis-warna-dan-bentuk-pada-sebuah-logo/</link>
		<comments>http://kepheta.wordpress.com/2008/10/31/arti-garis-warna-dan-bentuk-pada-sebuah-logo/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 10:57:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kepheta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[Logo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kepheta.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[mengartikan sebuah logo Elemen Estetis Pembentuk Logo Sebagai bagian dari perencanaan corporate identity design, logo ibarat bagian tubuh yang mampu mengutarakan isi hati produk atau perusahaan. Dari sisi pemasaran, logo mempunyai fungsi identitas yang membedakan sebuah sebuah produk dengan produk lainnya. Kesemuanya itu tak lepas dari hakikat logo itu sendiri, sebagai sebuah karya seni rupa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepheta.wordpress.com&amp;blog=5348685&amp;post=11&amp;subd=kepheta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">mengartikan sebuah logo</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:gray;">Elemen Estetis Pembentuk Logo</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Sebagai bagian dari perencanaan corporate identity design, logo ibarat bagian tubuh yang mampu mengutarakan isi hati produk atau perusahaan.</span></em></p>
<p>Dari sisi pemasaran, logo mempunyai fungsi identitas yang membedakan sebuah sebuah produk dengan produk lainnya. Kesemuanya itu tak lepas dari hakikat logo itu sendiri, sebagai sebuah karya seni rupa yang biasa berupa dwi matra (dua dimensi) atau tri matra (tiga dimensi). Sebagai karya seni rupa, sebuah logo tidak bisa lepas dari elemen-elemen senirupa dasar yang membentuknya seperti garis, bentuk, warna, ruang, tipografi dll. Seperti yang dikemukakan oleh John Murphy :</p>
<p><em>The successful designer of trademarks and logos needs to have basic intellectual and draftsmanship skills in addition to a sensitivity to the aesthetic elements of design.</em></p>
<p><em><span id="more-11"></span><br />
</em></p>
<p>Yang berarti, seorang perancang logo dan cap dagang yang sukses, perlu memiliki kepandaian dasar dan keterampilan dalam menggambar dalam hubungannya dengan kepekaan terhadap elemen estetika disain.</p>
<p>Pada bagian ini kami menyajikan secara ringkas elemen-elemen pembentuk logo, antara lain sebagai berikut :<br />
1. GARIS<br />
2. BENTUK<br />
3. WARNA<br />
4. TIPOGRAFI</p>
<p><strong> 1. GARIS</strong><br />
Pengertian garis menurut Leksikon Grafika adalah benda dua dimensi tipis memanjang. Sedangkan Lillian Gareth mendefinisikan garis sebagai sekumpulan titik yang bila dideretkan maka dimensi panjangnya akan tampak menonjol dan sosoknya disebut dengan garis.<br />
Terbentuknya garis merupakan gerakan dari suatu titik yang membekaskan jejaknya sehingga terbentuk suatu goresan. Untuk menimbulkan bekas, biasa mempergunakan pensil, pena, kuas dan lain-lain. Bagi senirupa garis memiliki fungsi yang fundamental, sehingga diibaratkan jantungnya senirupa. Garis sering pula disebut dengan kontur, sebuah kata yang samar dan jarang dipergunakan.<br />
Pentingnya garis sebagai elemen senirupa, sudah terlihat sejak dahulu kala. Nenek moyang manusia jaman dulu, menggunakan garis ini sebagai media ekspresi senirupa di gua-gua. Mereka menggunakan garis ini untuk membentuk obyek-obyek ritual mereka. Sebagai contoh adalah lukisan di dinding gua Lascaux di Prancis, Leang-leang di Sulawesi, Altamira di Spanyol dan masih banyak lainnya. Selain berupa lukisan, nenek moyang manusia juga menggunakan garis sebagai media komunikasi, seperti huruf paku peninggalan bangsa Phoenicia (abad 12 &#8211; 10 SM) yang berupa goresan-goresan.Disamping potensi garis sebagai pembentuk kontur, garis merupakan elemen untuk mengungkapkan gerak dan bentuk. Baik bentuk dua dimensi maupun tiga dimensi.<br />
Suasana dalam garis<br />
Dalam hubungannya sebagai elemen senirupa, garis memiliki kemampuan untuk mengungkapkan suasana. Suasana yang tercipta dari sebuah garis terjadi karena proses stimulasi dari bentuk-bentuk sederhana yang sering kita lihat di sekitar kita, yang terwakili dari bentuk garis tersebut. Sebagai contoh adalah bila kita melihat garis berbentuk &#8216;S&#8217;, atau yang sering disebut &#8216;line of beauty&#8217; maka kita akan merasakan sesuatu yang lembut, halus dan gemulai. Perasaan ini terjadi karena ingatan kita mengasosiasikannya dengan bentuk-bentuk yang dominan dengan bentuk lengkung seperti penari atau gerak ombak di laut.<br />
Beberapa jenis garis beserta suasana yang ditimbulkannya seperti, garis lurus mengesankan kekuatan, arah dan perlawanan. Garis lengkung mengesankan keanggunan, gerakan, pertumbuhan. Berikut kami saijkan beberapa jenis garis beserta asosiasi yang ditimbulkannya :</p>
<ul>
<li><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> Horizontal : Memberi sugesti ketenangan atau hal yang tak bergerak.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Vertikal : Stabilitas, kekuatan atau kemegahan.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Diagional : Tidak stabil, sesuatu yang bergerak atau dinamika.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Lengkung S : Grace, keanggunan.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Zig-zag : Bergairah, semangat, dinamika atau gerak cepat.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Bending up right : Sedih, lesu atau kedukaan.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Diminishing Perspective : Adanya jarak, kejauhan, kerinduan dan sebagainya.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Concentric Arcs : Perluasan, gerakan mengembang, kegembiraan dsb.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Pyramide : Stabil, megah, kuat atau kekuatan yang masif.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Conflicting Diagonal : Peperangan, konflik, kebencian dan kebingungan.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Spiral : Kelahiran atau generative forces.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Rhytmic horizontals : Malas, ketenangan yang menyenangkan.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Upward Swirls : Semangat menyala, berkobar-kobar, hasrat yang tumbuh.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Upward Spray : Pertumbuhan, spontanitas, idealisme.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Inverted Perspective : Keluasan tak terbatas, kebebasan mutlak, pelebaran tak terhalang.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Water Fall : Air terjun, penurunan yang berirama, gaya berat.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Rounded Archs : Lengkung bulat mengesankan kekokohan.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Rhytmic Curves : Lemah gemulai, keriangan.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Gothic Archs : Kepercayaan dan religius.</span></li>
<li><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Radiation Lines : Pemusatan, peletupan atau letusan.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> Lebih jauh lagi, garis sesuai fungsinya yang khas, yang mampu membentuk symbol yang memiliki pengertian khusus, sangat menunjang penggunaannya sebagai elemen symbol. Penggunaan garis sebegai elemen symbol, pertama kali diperkenalkan oleh Otto Neurath (1882 &#8211; 1945) seorang pengajar dan ilmuwan sosial, yang menamakan symbol tersebut sebagai Isotype. Kemudian bahasa Isotype ini berkembang dan menjadi salah satu bahasa gambar yang mampu mewakili berbagai bentuk komunikasi. Dalam perkembangan selanjutnya bentuk-bentuk simbol ini banyak dipergunakan dalam perancangan logo dalam upayanya agar mudah diingat dan mempunyai daya komunikasi yang baik.</span></p>
<p><strong> 2. BENTUK</strong><br />
Pengertian bentuk menurut Leksikon Grafika adalah macam rupa atau wujud sesuatu, seperti bundar elips, bulat segi empat dan lain sebagainya. Dari definisi tersebut dapat diuraikan bahwa bentuk merupakan wujud rupa sesuatu, biasa berupa segi empat, segi tiga, bundar, elip dsb. Pada proses perancangan logo, bentuk menempati posisi yang tidak kalah penting dibanding elemen-elemen lainnya, mengingat bentuk-bentuk geometris biasa merupakan simbol yang membawa nilai emosional tertentu. Hal tersebut biasa dipahami, karena pada bentuk atau rupa mempunyai muatan kesan yang kasat mata. Seperti yang diungkapkan Plato, bahwa rupa atau bentuk merupakan bahasa dunia yang tidak dirintangi oleh perbedaan-perbedaan seperti terdapat dalam bahasa kata-kata. Namun teori Plato tersebut tidaklah mesti berlaku semestinya. Ada aspek lain yang mengakibatkan bahasa bentuk tidak selalu efektif. Seperti penerapan bentuk-bentuk internasional dengan target sasaran tradisional atau sebaliknya. Dengan kata lain, bila target sasaran tidak terbiasa dengan bahasa kasat mata tradisional, pergunakan bahasa kasat mata internasional demikian pula sebaliknya.<br />
Sebagai contoh adalah bila kita merancang logo armada angkatan bersenjata republik Tanzania misalnya, kurang lazim bila kita memilih bentuk keris atau mandau sebagai elemen penunjang dalam logo tersebut, karena bentuk keris dan mandau kurang atau bahkan tidak dikenal oleh rakyat Tanzania.<br />
Dari contoh diatas, kemudian muncul teori tentang frame of reference (kerangka referensi) dan field of reference (lapangan pengalaman) yang menjelaskan bahwa penerimaaan suatu bentuk pesan, dipengaruhi oleh beberapa aspek yakni panca indra, pikiran serta ingatan. Jadi seperti contoh masalah diatas, bentuk logo tersebut akan lebih efektif dan komunikatif bila ditujukan pada angkatan bersenjata Republik Indonesia, dan tidak dengan Republik Dominika karena mereka tidak memiliki frame of reference dan field of reference tentang keris atau mandau dalam ingatan mereka.<br />
Berikut kami sajikan beberapa contoh bentuk dan asosiasi yang ditimbulkannya berdasarkan buku Handbook of Design &amp; Devices tulisan Clarence P. Hornung.<br />
1. Segitiga, merupakan lambang dari konsep Trinitas. Sebuah konsep religius yang mendasarkan pada tiga unsur alam semesta, yaitu Tuhan, manusia dan alam. Selain itu segitiga merupakan perwujudan dari konsep keluarga yakni ayah, ibu dan anak. Dalam dunia metafisika segitiga merupakan lambing dari raga, pikran dan jiwa. Sedangkan pada kebudayaan Mesir, segitiga digunakan sebagai simbol feminitas dan dalam huruf Hieroglyps segitiga menggambarkan bulan.<br />
2. Yin Yang, merupakan bentuk yang termasuk dalam jenis Monad, yakni bentuk yang terdiri dari figure geometris bulat yang terbagi oleh dua bentuk bersinggungan dengan masing-masing titik pusat yang berhadapan. Di China bentuk seperti ini disebut Yin Yang, di Jeapng disebut Futatsu Tomoe sedangkan orang Korea menyebutnya Tah Gook. Yin Yang merupakan gambaran dua prinsip alam, Yang melambangkan kecerahan <span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">�</span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> Yin melambangkan kegelapan, Yang melambangkan nirwana </span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">�</span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> Yin melambangkan dunia, Yang sebagai matahari </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">�</span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> Yin sebagai bulan, Yang memiliki posisi aktif, maskulin </span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">�</span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> Yin pasif, feminin. Kesemuanya itu melambangkan prinsip dasar kehidupan, yakni keseimbangan.</span></p>
<p>3. WARNA<br />
Pemahaman tentang warna dibagi dalam dua bagian berdasarkan sifat warna antara lain sebagai berikut :<br />
1. Warna menurut ilmu Fisika.<br />
Adalah sifat cahaya yang bergantung dari panjang gelombang yang dipantulkan benda tersebut. Benda yang memantulkan semua panjang gelombang terlihat putih, benda yang sama sekali tidak memantulkan terlihat hitam. Dispersi terjadi apabila sinar matahari melalui prisma kaca yang berbentuk spektrum dan kecepatan menjalarnya tergantung pada panjang gelombangnya. Warna utama dari cahaya atau spektrum adalah biru, kuning dan merah dengan kombinasi-kombinasi yang dapat membentuk segala warna.</p>
<p>2. Warna menurut ilmu Bahan.<br />
Adalah sembarang zat tertentu yang memberikan warna. Pigmen memberikan warna pada tumbuh-tumbuhan, hewan, juga pada cat, plastik dan barang produksi lainnya kecuali pada tekstil yang menggunakan istilah zat celup untuk mewarnainya. Suatu pigmen berwarna khas karena menghisap beberapa panjang gelombang sinar dan memantulkan yang lain. Pigmen banyak digunakan dalam industri, misalnya plastik, tinta karet dan lenolum.<br />
Sebagai bagian dari elemen logo, warna memegang peran sebagai sarana untuk lebih mempertegas dan memperkuat kesan atau tujuan dari logo tersebut. Dalam perencanaan corporate identity, warna mempunyai fungsi untuk memperkuat aspek identitas. Lebih lanjut dikatakan oleh Henry Dreyfuss, bahwa warna digunakan dalam simbol-simbol grafis untuk mempertegas maksud dari simbol-simbol tersebut. Sebagai contoh adalah penggunaan warna merah pada segitiga pengaman, warna-warna yang digunakan untuk traffic light merah untuk berhenti, kuning untuk bersiap-siap dan hijau untuk jalan. Dari contoh tersebut ternyata pengaruh warna mampu memberikan impresi yang cepat dan kuat.<br />
Kemampuan warna menciptakan impresi, mampu menimbulkan efek-efek tertentu. Secara psikologis diuraikan oleh J. Linschoten dan Drs. Mansyur tentang warna sbb: Warna-warna itu bukanlah suatu gejala yang hanya dapat diamati saja, warna itu mempengaruhi kelakuan, memegang peranan penting dalam penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya kita akan bermacam-macam benda.<br />
Dari pemahaman diatas dapat dijelaskan bahwa warna, selain hanya dapat dilihat dengan mata ternyata mampu mempengaruhi perilaku seseorang, mempengaruhi penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya seseorang pada suatu benda. Berikut kami sajikan potensi karakter warna yang mampu memberikan kesan pada seseorang sbb :<br />
a. Hitam, sebagai warna yang tertua (gelap) dengan sendirinya menjadi lambang untuk sifat gulita dan kegelapan (juga dalam hal emosi).<br />
b. Putih, sebagai warna yang paling terang, melambangkan cahaya, kesulitan dsb.<br />
c. Abu-abu, merupakan warna yang paling netral dengan tidak adanya sifat atau kehidupan spesifik.<br />
d. Merah, bersifat menaklukkan, ekspansif (meluas), dominan (berkuasa), aktif dan vital (hidup).<br />
e. Kuning, dengan sinarnya yang bersifat kurang dalam, merupakan wakil dari hal-hal atau benda yang bersifat cahaya, momentum dan mengesankan sesuatu.<br />
f. Biru, sebagai warna yang menimbulkan kesan dalamnya sesuatu (dediepte), sifat yang tak terhingga dan transenden, disamping itu memiliki sifat tantangan.<br />
g. Hijau, mempunyai sifat keseimbangan dan selaras, membangkitkan ketenangan dan tempat mengumpulkan daya-daya baru.<br />
Dari sekian banyak warna, dapat dibagi dalam beberapa bagian yang sering dinamakan dengan sistem warna Prang System yang ditemukan oleh Louis Prang pada 1876 meliputi :<br />
1. Hue, adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti merah, biru, hijau dsb.<br />
2. Value, adalah dimensi kedua atau mengenai terang gelapnya warna. Contohnya adalah tingkatan warna dari putih hingga hitam.<br />
3. Intensity, seringkali disebut dengan chroma, adalah dimensi yang berhubungan dengan cerah atau suramnya warna.<br />
Selain Prang System terdapat beberapa sistem warna lain yakni, CMYK atau Process Color System, Munsell Color System, Ostwald Color System, Schopenhauer/Goethe Weighted Color System, Substractive Color System serta Additive Color/RGB Color System.<br />
Diantara bermacam sistem warna diatas, kini yang banyak dipergunakan dalam industri media visual cetak adalah CMYK atau Process Color System yang membagi warna dasarnya menjadi Cyan, Magenta, Yellow dan Black. Sedangkan RGB Color System dipergunakan dalam industri media visual elektronika.</p>
<p>4. TIPOGRAFI<br />
Pengertian tipografi menurut buku Manuale Typographicum adalah :<br />
Typography can defined a art of selected right type printing in accordance with specific purpose ; of so arranging the letter, distributing the space and controlling the type as to aid maximum the reader&#8217;s.<br />
Dari pengertian diatas, memberikan penjelasan bahwa tipografi merupakan seni memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan khusus, sehingga akan menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin.<br />
Sebagai bagian dari kebudayaan manusia, huruf tak pernah lepas dari kehidupan keseharian. Hampir setiap bangsa di dunia menggunakannya sebagai sarana komunikasi. Sejarah perkembangan tipografi dimulai dari penggunaan pictograph. Bentuk bahasa ini antara lain dipergunakan oleh bangsa Viking Norwegia dan Indian Sioux. Di Mesir berkembang jenis huruf Hieratia, yang terkenal dengan nama Hieroglyphe pada sekitar abad 1300 SM. Bentuk tipografi ini merupakan akar dari bentuk Demotia, yang mulai ditulis dengan menggunakan pena khusus. Bentuk tipografi tersebut akhirnya berkembang sampai di Kreta, lalu menjalar ke Yunani dan akhirnya menyebar keseluruh Eropa. Puncak perkembangan tipografi, terjadi kurang lebih pada abad ke-8 SM di Roma saat orang Romawi mulai membentuk kekuasaannya. Karena bangsa Romawi tidak memiliki sistem tulisan sendiri, mereka mempelajari sistem tulisan Etruska yang merupakan penduduk asli Italia serta menyempurnakannya sehingga terbentuk huruf-huruf Romawi. Perkembangan tipgrafi saat ini mengalami perkembangan dari fase penciptaan dengan tangan (hand drawn) hingga mengalami komputerisasi. Fase komputerisasi membuat penggunaan tipografi menjadi lebih mudah dan dalam waktu yang lebih cepat dengan jenis pilihan huruf yang ratusan jumlahnya.<br />
Berikut kami sajikan beberapa jenis huruf berdasarkan klasifikasi yang dilakukan oleh James Craig, antara lain sbb :<br />
1. Roman<br />
Ciri dari huruf ini adalah memiliki sirip/kaki/serif yang berbentuk lancip pada ujungnya. Huruf Roman memiliki ketebalan dan ketipisan yang kontras pada garis-garis hurufnya. Kesan yang ditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan feminin.<br />
2. Egyptian<br />
Adalah jenis huruf yang memiliki ciri kaki/sirip/serif yang berbentuk persegi seperti papan dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulakn adalah kokh, kuat, kekar dan stabil.<br />
3. Sans Serif<br />
Pengertian San Serif adalah tanpa sirip/serif, jadi huruf jenis ini tidak memiliki sirip pada ujung hurufnya dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer dan efisien.<br />
4. Script<br />
Huruf Script menyerupai goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas atau pensil tajam dan biasanya miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkannya adalah sifast pribadi dan akrab.<br />
5. Miscellaneous<br />
Huruf jenis ini merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental.<br />
Dalam pemilihan jenis huruf, yang senantiasa harus diperhatikan adalah karakter produk yang akan ditonjolkan dan juga karakter segmen pasarnya. Seperti misalnya pada produk minyak wangi untuk wanita jarang yang menggunakan jenis huruf Egyptian karena berkesan kuat dan keras dan biasanya mempergunakan jenis huruf Roman yang bernuansa klasik dan lembut sehingga cocok dengan karakter minyak wangi dan wanita.</p>
<p>Sumber : Murphy, John and Michael Rowe. How to Design Trademarks and Logos. Ohio : North Light Book, 1998.<br />
(<em>Indra Darmawan</em>)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kepheta.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kepheta.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kepheta.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kepheta.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kepheta.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kepheta.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kepheta.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kepheta.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kepheta.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kepheta.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kepheta.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kepheta.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kepheta.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kepheta.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepheta.wordpress.com&amp;blog=5348685&amp;post=11&amp;subd=kepheta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kepheta.wordpress.com/2008/10/31/arti-garis-warna-dan-bentuk-pada-sebuah-logo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e21d0c87378053e3661613e3dc673212?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kepheta</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
